Banyak wanita memiliki masalah emosi pada masa
PMS (sindrom sebelum menstruasi). Nah sebelum memutuskan untuk mengonsumsi
obat, cobalah membatasi faktor-faktor yang membuat Anda stres, dan berusahalah
tetap santai selama melewati masa-masa sulit ini.
1.
Kontrol Emosi dan Lakukan Diet
Pertama dan utama, perhatikanlah
makanan yang Anda makan. Hindari makanan dengan kadar garam tinggi (yang
menyimpan banyak air dalam tubuh) dan kurangi konsumsi teh dan kopi yang dapat
membuat Anda mudah marah. Anda juga harus mengurangi konsumsi makanan dan
minuman manis. Alkohol dan tembakau juga harus Anda hindari. Pada awalnya,
keduanya memang akan membuat Anda merasa santai, namun setelah itu dapat
meningkatkan resiko ketidakstabilan emosi. Tidurlah yang cukup dan lakukan
latihan fisik secara teratur. Hal itu dapat membantu kita mencegah gejala PMS.
Menurut beberapa dokter, makanan yang kaya akan kalsium, magnesium, dan mangan juga terbukti efektif mengurangi gejala PMS. Dokter juga merekomendasikan untuk meningkatkan asupan zat besi, vitamin B6, dan lemak tak jenuh.
Menurut beberapa dokter, makanan yang kaya akan kalsium, magnesium, dan mangan juga terbukti efektif mengurangi gejala PMS. Dokter juga merekomendasikan untuk meningkatkan asupan zat besi, vitamin B6, dan lemak tak jenuh.
2.
Kegunaan obat
PMS memang mengganggu, namun itu
bukanlah penyakit serius. Penggunaan obat benar-benar harus dipertimbangkan,
karena dalam gaya hidup sehat, penggunaan obat untuk mengatasi masalah PMS
belum bisa ditoleransi. Pil kontrasepsi sering disarankan untuk memblokir
siklus ovulasi. Progestin yang terkandung di dalam pil KB dapat mengurangi
gejala sindrom pramenstruasi, yang dapat membantu Anda untuk cepat tidur.
Obat lainnya (anxiolytics) dapat digunakan untuk mengatasi gangguan psikologis terkait gangguan sindrom pramenstruasi. Obat-obat itu dapat digunakan dalam dosis kecil selama beberapa hari setiap bulannya, pada paruh kedua siklus menstruasi.
Mungkin Anda perlu mengurangi timbulnya konstipasi pada hari-hari sebelum periode. Jika Anda merasa sakit, mungkin Anda akan dianjurkan mengonsumsi analgesik (obat penghilang rasa sakit) atau obat anti-inflamasi. Diuretik mungkin dapat membantu Anda mengurangi rasa berat pada bagian kaki, dan sebaiknya kenakan celana yang ketat untuk mendukung obat tersebut. Terapi-terapi alternatif seperti phytotherapy, homeopati, atau akupunktur, mungkin dapat membantu Anda mengatasi masalah-masalah PMS.
Obat lainnya (anxiolytics) dapat digunakan untuk mengatasi gangguan psikologis terkait gangguan sindrom pramenstruasi. Obat-obat itu dapat digunakan dalam dosis kecil selama beberapa hari setiap bulannya, pada paruh kedua siklus menstruasi.
Mungkin Anda perlu mengurangi timbulnya konstipasi pada hari-hari sebelum periode. Jika Anda merasa sakit, mungkin Anda akan dianjurkan mengonsumsi analgesik (obat penghilang rasa sakit) atau obat anti-inflamasi. Diuretik mungkin dapat membantu Anda mengurangi rasa berat pada bagian kaki, dan sebaiknya kenakan celana yang ketat untuk mendukung obat tersebut. Terapi-terapi alternatif seperti phytotherapy, homeopati, atau akupunktur, mungkin dapat membantu Anda mengatasi masalah-masalah PMS.
No comments:
Post a Comment